BANYUWANGI — Ketua Bidang Rekrutmen, Pembinaan Anggota, dan Perkaderan (RPAP) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ustadz Dr. Abdul Ghofar Hadi, M.Pd., melakukan kunjungan silaturahim ke Pesantren Tahfidz Hidayatullah Banyuwangi. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Banyuwangi, Ustadz Agus Feriyanto.

Dalam kunjungan tersebut, Ustadz Abdul Ghofar Hadi menyempatkan diri untuk menyapa para santri putri Pesantren Tahfidz Hidayatullah Banyuwangi. Beliau juga memberikan taujih atau nasihat yang berisi motivasi dan dorongan semangat kepada para santri agar terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta berani memiliki cita-cita yang besar.
Dalam taujihnya, beliau menegaskan bahwa menjadi santri bukanlah penghalang untuk meraih impian dan kesuksesan. Sebaliknya, kehidupan di pesantren justru dapat menjadi bekal berharga bagi para santri untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Menurut beliau, status sebagai santri tidak seharusnya membatasi seseorang dalam menentukan cita-cita. Dengan bekal ilmu agama, pembentukan akhlak, kedisiplinan, serta semangat belajar yang ditanamkan di pesantren, para santri memiliki peluang untuk meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri putri agar tidak merasa rendah diri dalam bermimpi. Mereka didorong untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan mempersiapkan masa depan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Selain memotivasi para santri untuk meraih cita-cita, Ustadz Abdul Ghofar Hadi juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca. Beliau mengingatkan bahwa membaca merupakan bagian penting dari proses menuntut ilmu dan mengembangkan wawasan.

Hal ini selaras dengan wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ, yaitu Surah Al-‘Alaq ayat 1–5, yang diawali dengan perintah Iqra’ yang berarti “Bacalah”.
Perintah tersebut menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk senantiasa belajar, membaca, dan menggali ilmu pengetahuan. Karena itu, para santri diharapkan tidak hanya tekun menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membiasakan diri membaca berbagai sumber ilmu yang bermanfaat untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pemikiran.
Kebiasaan membaca diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para santri. Dengan budaya literasi yang kuat, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga berwawasan luas, memiliki pemikiran yang terbuka, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kunjungan dan silaturahim ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara jajaran pengurus Hidayatullah dan lingkungan pesantren, sekaligus memberikan suntikan motivasi bagi para santri dalam menjalani proses pendidikan dan pembinaan diri.
Melalui pesan yang disampaikan, para santri putri Pesantren Tahfidz Hidayatullah Banyuwangi diharapkan semakin yakin bahwa jalan pesantren merupakan salah satu ikhtiar untuk membentuk generasi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Menjadi santri bukan alasan untuk membatasi mimpi. Justru dari pesantren, cita-cita besar dapat dirintis dengan ilmu, iman, akhlak, dan semangat belajar sepanjang hayat.
Website Hidayatullah Banyuwangi Pesantren Tahfidz Hidayatullah